Wabup Bone Hadiri Peresmian Jembatan Merah Putih di Awangpone untuk Perkuat Aksesibilitas

News21 views

BONE – PENAAKTUAL.COM – Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 50 meter dan dibangun melalui gotong royong personel Brimob bersama masyarakat. Kehadirannya memudahkan akses warga Dusun Bulu Botoe yang sebelumnya harus memutar melalui desa lain, dengan penghematan waktu tempuh sekitar 20–30 menit.

Jembatan Merah Putih TNI-Polri di Dusun Bulu Botoe, Desa Kading, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, diresmikan pada Kamis, 13 Agustus 2026. dilakukan secara serentak dan virtual oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta dihadiri Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M.

Kegiatan peresmian secara nasional dipusatkan di Jalan Bayah–Cikotok, Kampung Bayah Satu, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Di Kabupaten Bone, Jembatan Merah Putih TNI-Polri tersebut diresmikan oleh Wakapolda Sulawesi Selatan, Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum., didampingi Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M.

Jembatan tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat setempat, khususnya dalam menghubungkan wilayah yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses.

Kapolres Bone, AKBP Astoto Budi Rahmantyo, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan Jembatan Merah Putih merupakan hasil prakarsa dan kerja bersama yang diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca Juga:  Semarakan HUT ke-81 RI, Wabup Bone Lepas Peserta Pesta Rakyat Pesisir 2026” di Bajoe, 

Ia menjelaskan, jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 50 meter dan akan dimanfaatkan oleh masyarakat yang mencakup sekitar 70 kepala keluarga.

Pembangunan jembatan dikerjakan dalam waktu kurang lebih 15 hari dengan melibatkan sekitar 25 personel Brimob Yon C Pelopor Tenribetta yang bekerja bersama masyarakat setempat.

Kapolres Bone berharap pembangunan infrastruktur serupa dapat terus dilakukan, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan akses jembatan, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari sinergi pemerintah dan aparat.

Sementara itu, Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara Polres Bone, Brimob, pemerintah daerah dan masyarakat dalam pembangunan jembatan tersebut.

Menurutnya, keberadaan jembatan sangat penting karena membantu menghubungkan wilayah masyarakat sekaligus memperlancar konektivitas dan berbagai aktivitas warga.

“Yang paling penting adalah kita sama-sama bersinergi untuk membangun. Jembatan ini sangat penting bagi kami untuk menghubungkan wilayah dan memperlancar konektivitas antarmasyarakat,” ujar Andi Akmal.

Baca Juga:  Wabup Bone Buka Bersama di Pondok Pesantren  MHQ Tonra, 

Ia juga mengapresiasi hubungan dan kerja sama yang selama ini terjalin dengan baik antara Polres Bone, Brimob dan masyarakat Kabupaten Bone.

Andi Akmal menambahkan, kondisi keamanan dan ketertiban yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan serta pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bone.p

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bone yang mencapai sekitar 7,8 persen merupakan sesuatu yang patut disyukuri dan tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak dalam menciptakan kondisi daerah yang aman dan kondusif.

Sementara itu, Wakapolda Sulsel, Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, mengatakan jembatan tersebut bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi penghubung kehidupan masyarakat yang membuka akses dan memperlancar mobilitas warga.

Menurutnya, keberadaan jembatan dapat mendukung berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga mempererat hubungan antarwilayah dan antarwarga.

Wakapolda Sulsel memberikan apresiasi kepada Dansat Brimob Polda Sulsel, Danyon C Pelopor, serta seluruh personel yang telah bekerja dengan penuh dedikasi, gotong royong dan keikhlasan dalam pembangunan jembatan tersebut.

Baca Juga:  Upacara  Perayaan HAB ke-80 Kementrian Agama RI di Kabupaten Bone  Berlangsung Penuh Khidmat

Ia menegaskan, kehadiran Polri tidak hanya dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum, tetapi juga memberikan manfaat dan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Keamanan bukan hanya tentang menjaga agar tidak terjadi gangguan kamtibmas, tetapi juga tentang menciptakan rasa aman, memberikan kemudahan dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Secara nasional, peresmian Jembatan Merah Putih meliputi pembangunan dan revitalisasi 895 jembatan di 30 Polda sepanjang 19,2 km, yang menghubungkan 1.314 desa dan memanfaatkan sekitar 2 juta warga. Kegiatan juga disertai penyerahan 300 unit sarana air bersih dari TNI.

Kegiatan di Kabupaten Bone dihadiri Forkopimda, Dansat Brimob Polda Sulsel, Kabid TIK Polda Sulsel, Danyon C Brimob Tenribetta, perwakilan BNNK Bone, PJU Polres Bone, Forkopimcam Awangpone, Kepala Desa Kading, serta tokoh masyarakat, agama, perempuan, pemuda, dan tamu undangan.

Peresmian Jembatan Merah Putih TNI-Polri menjadi simbol sinergi pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat. Jembatan ini diharapkan memperkuat konektivitas, memperlancar aktivitas warga, serta menunjukkan kehadiran negara dalam memberikan pelayanan.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *