BONE – PENAAKTUAL.COM – Rumah Tahfiz Muhammad Ariendra Watampone Gelar Penamatan Santri (Wisuda)Semester Genap TP 2025–2026, dalam Suasana Khidmat dan Penuh Haru, Sabtu malam Juni 2026
Rumah Tahfiz Muhammad Ariendra (Broding School) bekerja sama dengan SMP Negeri 4 Watampone, sebagai lembaga pendidikan berasrama di mana siswa tinggal di asrama dalam lingkungan sekolah selama masa studi.di jalan gunung Latimojong kelurahan Watampone Kab Bone Sulsel
Acara penamatan santri Rumah Tahfiz Muhammad Ariendra dengan TADABBUR ALAM dipusatkan diWisata Alam & Permandian Rindu Alam Apala, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone.
Acara ini turut dihadiri oleh Penanggung jawab Yayasan Muhammad Amin, S.Pd., M.Pd., Direktur Andi Abdul Rahman, S.Sos., M.Si., Plt. Kadis Pendidikan, Kepala Seksi DP Pontren Kemenag Bone, para ustaz dan ustazah, pembina, Lurah Apala, kepala sekolah, guru, orang tua, serta para santri yang telah menyelesaikan program tahfiz.
Adapun pada penamatan ini, Rumah Tahfiz Muhammad Ariendra meluluskan ratusan santriawan program tahfiz 21 juz, 24 juz, 25 juz, dan 30 juz. Para santri diharapkan terus menjaga hafalan serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Kasi PD Pontren Kementerian Agama Kab. Bone, Hj. Dr. Nurfaisah, mengatakan bahwa Rumah Tahfiz telah berdiri selama lima tahun berkembang pesat. Para santri yang dibina merupakan santri pilihan yang tidak hanya fokus menghafal Al-Qur’an, tetapi juga tetap bersekolah.
“Saya ingin mengajak Bapak/Ibu untuk mendaftarkan lembaga ini ke Kementerian Agama agar menjadi pondok pesantren. Ke depan, insyaallah seluruh guru yang ada di pondok, meskipun bukan di madrasah maupun di SMP, juga akan disertifikasikan,” ungkapnya.
“Terlebih saat ini, pondok pesantren tidak lagi berada dalam satu dirjen dengan pendidikan Islam. Sekarang sudah berdiri sendiri, artinya memiliki anggaran tersendiri, dirjen sendiri, bahkan program dan birokrasi yang tersendiri,” jelasnya.
“Kepada anak-anakku, saya berpesan agar selalu menjaga hafalannya. Menghafal itu mudah, tetapi menjaga hafalan jauh lebih sulit. Karena itu, kalian harus selalu murajaah,” pesan Kasi DP Pontren Hj. Nurfaisah.
“Kepada para pembina, ustaz dan ustazah yang semangat mendidik anak-anak kita, insyaallah akan menjadi amal jariah dan bernilai ibadah di sisi Allah. Teruslah berjuang, jangan menyerah,” pungkasnya.
Plt. Kadis Pendidikan Kabupaten Bone, Baharuddin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi menurutnya, Rumah Tahfiz ini merupakan tempat pembinaan generasi muda dalam mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an sambil belajar..
Ia ucapkan selamat kepada para santri yang berhasil lulus dan menyelesaikan bacaan Al-Qur’annya, Ia juga berharap Rumah Tahfiz ini ke depannya semakin baik dan lebih maju dibanding hari ini.
Momen paling mengharukan dalam penamatan ini adalah ketika para santri menyanyikan lagu perpisahan, kemudian bersalaman dengan pembina dan para guru. Sambil saling berpelukan

(*)
(*)






