Wabup Bone Tekankan Kolaborasi Pusat-Daerah Saat Pimpin Upacara Hari  OTODA

Daerah32 views

BONE – PENAAKTUAL.COM – Bertempat di halaman Kantor Bupati Bone,Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasliddin, S.P., M.M., bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) pada peringatan Hari Otonomi Daerah,Senin (27/4/2026).

Turut hadir dalam Upacara Asisten Setda Bone, Staf Ahli Setda Bone, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten Bone.

(*)

Wakil Bupati selaku Irup membacakan sambutan seragam Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah menjadi momentum untuk memperkokoh komitmen seluruh elemen pemerintah dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”,Tema ini menjadi penekanan utama bagi seluruh elemen pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk mencapai beberapa prioritas strategis

Baca Juga:  Setelah Audiens Bersama Bupati Bone  Warga Awangpone Restui Perpanjangan Runway 2.500 Meter 

Dalam sambutan itu juga ditegaskan bahwa tanpa koordinasi yang baik, tujuan pembangunan nasional tidak akan tercapai secara optimal. Oleh karena itu, sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan.

“Otonomi daerah merupakan instrumen penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia,” kata Wakil Bupati Bone.

Tema tahun ini menjadi penekanan utama bagi seluruh elemen pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk mencapai beberapa prioritas strategis

Beberapa prioritas strategis yang ditekankan Meliputi integrasi perencanaan dan penganggaran antara pusat dan daerah untuk menghindari tumpang tindih program, serta reformasi birokrasi yang berorientasi pada hasil (outcomes) melalui digitalisasi dan inovasi daerah.

Baca Juga:  Bupati Bone Raih Penghargaan Khusus AMWI atas Pembangunan Infrastruktur dan Penyelamat UMKM di Media Award HPN 2026

Selain itu, penguatan kemandirian fiskal daerah juga menjadi perhatian, mengingat masih tingginya ketergantungan sejumlah daerah terhadap dana transfer pusat. Hal ini dinilai membatasi fleksibilitas daerah dalam merespons kebutuhan pembangunan lokal.

Tak kalah penting, kolaborasi antar daerah juga ditekankan sebagai solusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan lintas wilayah seperti transportasi, lingkungan, dan pengelolaan sampah.

Pemerintah daerah juga diminta untuk lebih fokus pada peningkatan layanan dasar masyarakat, termasuk pendidikan, kesehatan, air bersih, sanitasi, serta perlindungan sosial guna mengurangi ketimpangan antar wilayah.

Di sisi lain, penguatan stabilitas dan ketahanan daerah juga menjadi perhatian penting di tengah tantangan global, seperti krisis ekonomi, ketahanan pangan, serta ancaman bencana akibat perubahan iklim.

Baca Juga:  Mentri Agama Melepas 38 ribu Peserta Gerak Jalan Kerukunan Beragama

Peringatan tahun ini dipandang sebagai momentum strategis untuk menegaskan kembali peran daerah sebagai ujung tombak dalam mencapai target-target pembangunan nasional, sejalan dengan visi Asta Cita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *