Pompes Al Hidayatullah Gelar Wisuda & Haflah Akhirussanah Santri Yayasan Fhat Watampone

News7 views

BONE – PENAAKTUAL COM – Pondok Pesantren Al Hidayatullah (Yayasan Al – Faht) Watampone menggelar acara Haflah akhirussannah santri TK ,SD,Mts, MA di kelurahan panyula kecamatan. Tanete Riattang Timur Kab Bone ( 24/6/ 2026)

Tema:” Generasi Qur’ani , Unggul ,Mandiri, dan Berkarakter Menuju Masa Depan Gemilang”

(*)

Haflah akhirussannah siswa siswi yayasan Al Fath Watampone dihadiri Ketua DPW Hidayatullah Sulsel sekaligus ketua badan pembina pompes Hidayatullah bone Dr.M.Shaleh Ufsman,, Ketua yayasan Al Fath Hamza Sultan S. Pd, ketua DPD Hidayatullah H. Burhanuddin M.Pd,  Camat Tanete Riattang Timur ,perwakilan  Dinas pendidikan , pengawas kec. Timur

Kegiatan ini sebagai bentuk syukur atas selesainya masa belajar para peserta didik yang berjumlah 52 santri, Terdiri TK 15 orang ,SD 22 Orang dan MTs/ MA 15 orang sekaligus menjadi momen perpisahan bagi siswa yang telah menuntaskan jenjang pendidikannya.

Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah (Yayasan Al Fath) Panyula, Kabupaten Bone, Drs. Ismail Mukhtar berpesan kepada Santri MA yang akan tinggalkan pondok agar tetap menghormati guru, pembina, orang tua, dan pengasuh. Ia menegaskan, hilangnya hormat kepada guru dapat menghilangkan keberkahan ilmu.

Baca Juga:  Dinas Ketapang Virtual Pangan Murah Stabilkan Harga Jelang Lebaran 2026, Ini Kata Bupati Bone

Dan ilmu yang didapatkan agar di amalkan, baik buat diri sendiri , keluarga maupun orang lain karena alumni pondok itu sangat di butuhkan di tengah masyarakat.

“Ini bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan panjang anak-anakku ke depan. Ingat, ilmu yang diperoleh di pondok ini adalah bekal yang tidak akan pernah habis,” ujarnya.

Dalam penamatan santri ini, Camat Timur Habibi juga ucapkan selamat kepada seluruh santri yang pada hari ini telah menyelesaikan proses pendidikannya di pondok pesantren yayasan Al – Fath

Bahkan ia katakan dengan adanya program bupati Bone Lisu Massikolah ia tidak ingin lagi ada anak-anak di Bone yang putus sekolah.

” Makanya Kegiatan seperti ini menjadi motivasi kita baik ditingkatan negri atau swasta” ujar Habibi

Baca Juga:  BAZNAS Bone Bersama Camat TanRiBar - PMI, Beri Bantuan Ringankan Beban Korban Kebakaran di Mattirowalie 

Selanjutnya Andi Muktar Kabid Sarana dan Prasarana  mewakili Plt. Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, dikatakan bahwa masuk ke pondok bukanlah hal yang mudah dan hanya dapat dijalani oleh orang-orang pilihan, karena tidak semua santri mampu bertahan.”

makanya motivasi orang tua memasukkan anaknya ke pesantren tentu memiliki latar belakang tertentu. Pilihan ini merupakan keputusan yang sangat tepat karena didasari keinginan agar anak memiliki pondasi agama yang kuat, memahami dasar-dasar agama, serta dibekali ilmu fikih, akhlak, aqidah, dan tafsir, sehingga anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang saleh dan salehah.”

“Ketika anak anak kita sudah mondok di pesantren sudah jelas ada pondasi yang kuat insyaallah setidaknya ilmu yang pernah di pelajari menjadi bekal melangka lebih baik lagi ” ujarnya

Terima kasih kepada ustasa ustasa dan pembina pesantren semoga ilmu yang di ajarkan kepada anak anak kita menjadi amal jariah .

“Kepada orang tua yang anaknya tamat baik di jenjang TK, SD, MTs, dan MA , tetaplah bimbing dan dukung anak kita” Tambahnya

Baca Juga:  Polres Bone Kawal Kenyamanan Ibadah Tarwih Sejak 1 Ramdhan

Ketua Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Dr.M.Shaleh Ufsman, menyampaikan bahwa yang sedang berproses di Panyula saat ini merupakan pondasi keberhasilan kaum muslim di wilayah radius Panyula, Kabupaten Bone. Bukan tidak mungkin, anak-anak yang hari ini kita resmikan kelak akan menjadi pemimpin di Kabupaten Bone.”

Sebagai orang tua, guru, maupun pendidik dalam bentuk apa pun, ketika kita berinteraksi dengan anak-anak, hendaknya kita selalu memandang mereka dengan harapan akan masa depan yang cerah

“Secara biologis, mereka memang bukan anak kita. Namun pada hakikatnya, kita ditakdirkan Allah untuk menanamkan nilai dan membentuk karakter mereka” kata Dr.M.Shaleh

Ia juga katakan Pondok Pesantren Hidayatullah bukan lembaga yang bergantung pada dana fiskal sebagai transfer teori kepada para ilmuwan, melainkan pesantren yang tumbuh melalui fasilitasi dan dukungan dana masyarakat.” pungkasnya

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *