Bentuk Satgas, Kemenag Bone Bekali 33 Peserta ke OMI Provinsi

News133 views

BONE — PENAAKTUAL.COM – Sebanyak 33 siswa peraih lolos seleksi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Kabupaten Bone mengikuti pembekalan bersama guru pendamping di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bone, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) tersebut dihadiri Kepala Kantor Kemenag Bone H. Ahmad Yani dan Kepala Seksi Penmad Rahman

.Agenda utama pertemuan adalah pembentukan Tim Satuan Tugas Pembinaan Peserta OMI Kabupaten Bone sebagai bagian dari persiapan menuju OMI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang akan digelar 5–6 Oktober 2026.

Kepala Seksi Penmad Rahman mengatakan 33 siswa tersebut lolos dari proses seleksi di tingkat kabupaten yang diikuti 12.823 peserta. Rincian peserta yang mewakili Bone: 6 siswa jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), 9 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 18 siswa Madrasah Aliyah (MA).“

Baca Juga:  Wabup Bone Ajak Semua Wisudawan Al-Junaidiyah Biru, Hafalan Harus Berbuah Akhlak"

Kami hadirkan 33 siswa ini karena mereka terbaik dari yang terbaik untuk berlaga ke tingkat provinsi,” ujar Rahman.

Ia menekankan perlunya persiapan matang dan langkah yang terarah serta kesepahaman antar pihak terkait

“Kami sangat berharap persiapan untuk tingkat provinsi, kita satu komando, kesepahaman bagaimana langkah kita ke provinsi,” lanjutnya.

Kepala Kemenag Bone H. Ahmad Yani berinteraksi langsung dengan para peserta dan menyebut nama-nama perwakilan Kabupaten Bone. Ia mencatat hampir separuh peserta memiliki pengalaman mengikuti OMI sebelumnya, yang dinilai bisa menjadi modal penting saat bersaing di tingkat provinsi.

“Insya Allah kita akan berhadapan dengan pemenang dari kabupaten lain,” kata H. Ahmad Yani.

Baca Juga:  Persiapan HAB ke-80 Kemenag Bone Makin Matang Hadapi Kunjungan Menteri Agama RI

Ia menambahkan pertemuan ini bukan hanya pembekalan, tetapi juga momentum menyusun strategi dan pola pembinaan hingga pelaksanaan OMI tingkat provinsi.

H. Ahmad Yani menegaskan semua madrasah — negeri maupun swasta — memiliki peluang yang sama meraih juara. Target pembinaan, menurutnya, tidak boleh berhenti di tingkat provinsi; Kemenag Bone menargetkan prestasi hingga tingkat nasional.

Untuk memastikan pembinaan berkelanjutan, pihak Kemenag Bone membentuk tim pemantau perkembangan peserta OMI. Selain itu, ruang belajar dan tukar pengalaman antar guru madrasah juga dibuka, termasuk mencontoh pola pembinaan madrasah berpengalaman seperti Athira.kepada siswa,

H. Ahmad Yani meminta agar fokus pada mata pelajaran yang dilombakan: “Kurangi dulu mata pelajaran lain, difokuskan pada OMI.” pesannya

Baca Juga:  Polres Bone Gelar Upacara Pembukaan Latja Diktuba Polri TA 2026

Ia menutup dengan semangat motivasi agar peserta tak minder dan membuktikan kemampuan mereka membawa nama Bone.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *