JAKARTA – PENAAKTUAL.COM – Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menghadiri rapat koordinasi Kementerian Pertanian yang membahas pengembangan bioetanol sebagai bagian dari upaya memperkuat hilirisasi sektor pertanian dan mendukung energi terbarukan.
Rakor tersebut menjadi bagian dari langkah Kementerian Pertanian dalam mendorong pengembangan bioetanol berbasis komoditas pertanian strategis, seperti tebu, ubi kayu, dan sorgum.
Program ini juga melibatkan sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia yang dinilai memiliki potensi besar dalam penyediaan bahan baku bioetanol.
Kehadiran Wabup Bone menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bone untuk ikut mendukung program nasional di bidang pertanian dan energi.
Andi Akmal Pasluddin dalam kesempatan itu menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar program pengembangan bioetanol dapat berjalan optimal. Menurutnya, Bone memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui inovasi pertanian dan pemanfaatan limbah hasil pertanian.
“Selain membuka peluang pengembangan ekonomi daerah, program bioetanol juga dinilai dapat memberikan nilai tambah bagi hasil pertanian lokal” ujar A. Akmal .
Di ungkapkan a. Akmal ,Sebelumnya, Pemkab Bone juga telah memperkenalkan gagasan industri bioethanol berbasis limbah pertanian dalam forum investasi tingkat Sulawesi Selatan.
Langkah tersebut menjadi salah satu bentuk keseriusan daerah dalam mencari terobosan pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal
“Program pengembangan bioetanol sendiri saat ini tengah menjadi salah satu fokus pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong hilirisasi pertanian.” Jelasnya
Dengan keterlibatan pemerintah daerah, program ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan pertumbuhan ekonomi wilayah.

(*)












