Hadiri Expose Manajemen Talenta Sulsel, Wabup Bone AAP: ASN Harus Kompeten dan Adaptif

Edukasi13 views

MAKASSAR — PENAAKTUAL.COM – Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., menghadiri Expose Manajemen Talenta Wilayah Sulawesi Selatan Tahap II Tahun 2026 yang digelar di Aula Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Sungai Tangka No. 31, Makassar, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan dan penerapan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) di Sulawesi Selatan. Manajemen talenta diarahkan untuk memperkuat sistem merit serta memastikan pengelolaan karier ASN dilakukan secara objektif, berbasis kompetensi, kinerja, potensi, dan kebutuhan organisasi.

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., serta para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan, sekretaris daerah, kepala BKD/BKPSDM, kepala OPD, dan jajaran terkait.

Dalam laporannya, Kepala Kantor Regional IV BKN Makassar, Nanang Subandi, S.Kom., MMSI., menyampaikan bahwa ekspos pembangunan manajemen talenta tahap pertama telah dilaksanakan pada 7–9 Mei 2026 oleh pemerintah daerah di Sulawesi Selatan.

Sementara pada tahap kedua yang berlangsung 25–26 Agustus 2026, sebanyak 11 pemerintah daerah kembali mengikuti ekspos, yakni Pemerintah Kota Parepare, Kota Palopo, Kabupaten Bone, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Luwu, Kabupaten Jeneponto, dan Kabupaten Soppeng.

Nanang menyampaikan, dengan terlaksananya ekspos tahap kedua, seluruh 25 instansi pemerintah daerah di Sulawesi Selatan telah melaksanakan ekspos pembangunan manajemen talenta.

Baca Juga:  PWI dan Pemkot Parepare Bangun Jaringan Informasi Lewat Workshop Jurnalistik Kehumasan

Menurutnya, capaian tersebut menjadikan Sulawesi Selatan sebagai provinsi pertama di wilayah kerja Kantor Regional IV BKN Makassar dan di luar Jawa yang seluruh kabupaten/kotanya telah melaksanakan ekspos pembangunan manajemen talenta.

“Capaian ini bukan sekadar capaian kuantitatif, tetapi merupakan indikator bahwa komitmen pembangunan manajemen talenta yang telah dibangun bersama mulai bergerak menjadi implementasi nyata di daerah,” ujar Nanang.

Ia menambahkan, hingga saat ini terdapat 11 instansi pemerintah daerah di wilayah kerja Kantor Regional IV BKN Makassar yang telah menggunakan manajemen talenta dalam proses pengisian jabatan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa manajemen talenta diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan aspek administratif maupun kegiatan ekspos, tetapi benar-benar menjadi instrumen dalam pengambilan keputusan manajemen ASN.

Dengan penerapan tersebut, proses pengisian jabatan diharapkan semakin objektif dan berbasis data, kinerja, kualifikasi, potensi, integritas, serta kebutuhan organisasi.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dalam sambutannya menegaskan komitmennya agar seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan menerapkan manajemen talenta secara menyeluruh.

Ia bahkan menyebut Sulawesi Selatan berpeluang menjadi percontohan penerapan manajemen talenta di tingkat nasional. Menurutnya, manajemen talenta memberikan ruang bagi kepala daerah untuk menempatkan aparatur yang tepat sesuai kebutuhan dan kompetensi organisasi.

Andi Sudirman juga menilai manajemen talenta dapat menjadi solusi dalam membangun karier ASN secara lebih berkelanjutan, termasuk memberikan ruang bagi pejabat yang memiliki kompetensi untuk mengembangkan karier melalui jabatan fungsional.

Sementara itu, Kepala BKN Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan bahwa manajemen talenta merupakan bagian dari transformasi sistem merit untuk menempatkan ASN terbaik pada jabatan yang paling sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan organisasi.

Baca Juga:  Puluhan Tahun Menanti, Desa Selli Akhirnya Miliki Jalan Mulus

Zudan mengatakan, penerapan manajemen talenta menjadi salah satu jalan baru dalam pengelolaan ASN. Sistem tersebut memungkinkan pemerintah daerah mencari dan menempatkan aparatur berdasarkan keahlian spesifik yang dibutuhkan untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah.

“Manajemen talenta adalah untuk mewujudkan visi dan misi Bapak dan Ibu semuanya. Cari orang yang paling tepat untuk mewujudkan ini,” ujarnya.

Menurut Zudan, manajemen talenta juga memungkinkan adanya mobilitas talenta. Pemerintah daerah dapat mengidentifikasi ASN yang memiliki keahlian tertentu melalui basis data kepegawaian untuk ditempatkan sesuai kebutuhan organisasi.

Ia menekankan bahwa tantangan pemerintahan saat ini tidak dapat lagi diselesaikan hanya dengan pendekatan masa lalu. Karena itu, dibutuhkan sistem pengelolaan ASN yang lebih adaptif, berbasis data, cepat, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan yang terus berkembang.

Kehadiran Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bone untuk mendukung penguatan manajemen talenta ASN sebagai instrumen penting dalam membangun birokrasi yang profesional, kompeten, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Andi Akmal Pasluddin menilai pengelolaan talenta ASN merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap aparatur dapat dikembangkan sesuai kompetensi dan potensinya. Penempatan ASN yang tepat diyakini akan memberikan dampak terhadap efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Baca Juga:  Bupati Bone Hadiri Buka Puasa Akbar Raja Salman di Masjid 99 Kubah Makassar,   

“Manajemen talenta menjadi bagian penting dalam membangun birokrasi yang profesional. Kita ingin setiap ASN dapat dikembangkan sesuai kompetensi dan potensinya, sehingga mampu memberikan kontribusi terbaik bagi pemerintahan dan masyarakat,” ujar Andi Akmal.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan Pemerintah Kabupaten Bone dalam memastikan penerapan manajemen talenta berjalan konsisten dan memberikan manfaat nyata bagi organisasi pemerintahan.

Menurutnya, sistem merit harus terus diperkuat agar pengembangan karier dan penempatan ASN dilakukan secara objektif, transparan, serta mempertimbangkan kompetensi, kinerja, potensi, dan integritas.

“Yang kita harapkan adalah lahirnya aparatur yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. ASN harus terus meningkatkan kapasitas agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis,” tambahnya.

Hadir mendampingi Wakil Bupati Bone, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si.

Kehadiran Kepala BKPSDM Kabupaten Bone sekaligus memperkuat koordinasi teknis terkait penerapan manajemen talenta di daerah, mulai dari pemetaan kompetensi, pengembangan karier, hingga pengelolaan sumber daya aparatur.

Melalui Expose Manajemen Talenta Wilayah Sulawesi Selatan Tahap II Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bone menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola ASN yang berbasis sistem merit.

Penerapan manajemen talenta diharapkan mampu melahirkan ASN yang tepat kompetensi, tepat penempatan, dan tepat pengembangan, sehingga pada akhirnya memberikan kontribusi maksimal terhadap pelayanan publik serta pencapaian visi dan misi pembangunan Kabupaten Bone.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *