BONE -.PENAAKTUAL.COM – Kesehatan jiwa adalah bagian penting dari kesehatan setiap orang Menjelang Hari Kesehatan Jiwa Sedunia pada 10 Oktober 2026, peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk mendengar, memahami, dan bertindak
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone drg. H. Yusuf Tolo, M.Kes. saat diminta tanggapannya kamis ( 8/10/2026)ia mengatakan Kalau di kab. Bone ada kebijakan pembentukan nama nya TPKJM, (Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat) terdiri dari multi unsur ada dari kesehatan , Satpol PP, Capil , dinas sosial, tni polri , toko masyarakat , toko agama serta unsur terkait lainnya.
Pembentukan TPKJM ini bertujuan agar penanganan masalah kesehatan jiwa tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan atau fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama sesuai tugas dan kewenangan masing-masing pihak.
Seperti masyarakat alami gangguan jiwa yang menggelandang atau dianggap mengganggu ketertiban tidak boleh langsung diamankan tanpa asesmen. Penanganan harus tetap memperhatikan keselamatan masyarakat sekaligus menghormati hak, martabat, dan kebutuhan medis pasien.
Jadi Semua perangkat daerah yang terlibat dalam persoalan itu perlu mengambil peran sesuai tugas dan kewenangannya masing masing sehingga persoalan orang dengan kesehatan jiwanya tidak dibebankan hanya kepada Dinas Kesehatan.
“Kalau kami di kesehatan tentu ketika statusnya sdh di tegakan sebagai orang sakit gangguan mental tentu penanganannya adalah kesehatan jiwanya ” ujar drg. Yusuf
Namun dalam penanganannya tidak dapat berdiri sendiri sebagai urusan kesehatan. Disini peran pemerintah hadir seperti mewakili sosial, kependudukan turun tangan mengidentifikasi sebagai basis untuk layanan masyarakat
“Salah satunya pasca intervensi pengobatan, tidak boleh berhenti ketika ia sudah stabil harus memastikan kembali kekeluarga dengan siapa keluarga yang mau terima lalu pekerjaan apa yang harus dilkukan supaya ia bisa menopang kehidupannya” jelas drg. Yusuf
Ia menambahkan yang paling penting bagaimana pengawasan minum obatnya supaya dia tetap terkontrol stabil , karena ini namanya gangguan jiwa seumur hidup harus tergangtung dengan obat harus ada dukungan dari keluarga,msyarakat, kerabat untuk terus minum obat” tambahnya
Lebih jauh dikatakan Kesehatan jiwa itu banyak, mulai dari keluhan ringan sampai kondisi berat yang menimbulkan gangguan fungsi dan risiko keselamatan.seperti mau membakar, mengamuk berhalusinasi pikiran yang tidak semestinya
Apalagi di tengah kemajuan yang kita hadapi hampir sebagian besar mengidap masalah kesehatan jiwa karena begitu banyak penyebabnya atau istilahnya stressor ( faktor2 pemicu stres)yang bisa larinya di kejiwaan
“Makanya kami di dalam melakukan Skrining kesehatan kejiwaan itu ada metode sederhana yang kita lakukan sehingga kita bisa mengukur seseorang sudah mengalami gangguan kejiwaan obatnya kita sendiri yang bisa mengobati” tuturnya
“Kalau di bone saya lihat kasus kesehatan jiwa yang berat ini ada kecendrungan kasus yang berulang atau kasus kasus lama, Seperti beberapa kasus yang sudah sempat di tangani di kembalikan dan Alhamdulillah dukungan keluarga dan pengawasan minum obat dapat mempertahankan kondisinya, sedangkan pasien yang putus obat atau tidak terpantau berisiko mengalami kekambuhan” ungkapnya
Dengan demikian, peran kesehatan bukan hanya “memberi obat”, tetapi mencakup skrining, asesmen, diagnosis, terapi, edukasi, penguatan keluarga, rujukan, pemantauan, dan pemulihan.
Sementara itu, perangkat daerah lain membantu mengatasi stresor utamanya faktor sosial yang bisa menyebabkan atau memperberat masalah kesehatan jiwa.
Di momen hari kesehatan jiwa ini drg Yusuf yang merupakan birokrat senior di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bone mengajak masyarakat turut memberikan perhatian dan kepedulian kepada orang dengan gangguan mental di lingkungan sekitar. Ia berpesan janganlah ada stigma negatip terhadap kelainan jiwa seseorang
Kesehatan jiwa bukan berarti harus di hindari atau aib bagi keluarganya justru harus di dukung penyembuhan dan pendampingan
“Yang perlu kita lakukan adalah memanusiakan manusianya dengan memberikan dukungan, semangat, membantu akses pengobatan, serta memastikan mereka tetap mendapat perawatan,” pesannya
Iapun mengajak kepada masyarakat untuk berkonsultasi ke medis seperti psikolog, pisikiater untuk berkonsultasi jika mengalami depresi dan gangguan mental/ kejiwaan

(*)












